Beasiswa Unggulan 2016 (III)

Baca bagian 1 dan bagian 2

D. Wawancara

Persiapan Wawancara

Setelah dinyatakan sebagai peserta yang lolos dalam seleksi administrasi, satu minggu kemudian saya mendapatkan email untuk menghadiri seleksi lainnya yaitu wawancara dan verifikasi berkas. Saat itu saya dipanggil untuk wawancara di Jakarta, saya yang berdomisili di Bandung dengan senang hati berangkat menuju ibu kota tercinta tersebut.

Rasa deg-degan sekaligus excited rasanya campur aduk selama hari-hari menunggu hari-H wawancara. Tentunya rasa tersebut akan hilang seiring dengan persiapan yang matang untuk wawancara ini. Rasa-rasa di atas kemudian hilang dan tumbuhlah rasa optimis untuk mendapatkan jatah kursi beasiswa ini. Bismillah.

Ya, kuncinya adalah persiapan. Pertama-tama saya melakukan riset tentang apa saja yang berkaitan dengan wawancara ini. Karena saya mendaftar untuk batch 2, beberapa blog sudah menuliskan pengalaman-pengalaman mereka pada batch sebelumnya, apa saja yang menjadi garis besar pertanyaan, verifikasi apa saja, dll.

Selanjutnya setelah mendapat gambaran tentang apa saja yang terjadi pada sesi wawancara, saya memantapkan dan menguatkan motivasi saya untuk menjalani kuliah master di program studi yang saya minati. Petunjuk Teknis tetang beasiswa ini saya baca berulang-ulang sehingga saya mendapatkan sari pemikiran dari visi, misi, dan tujuan dari BU Kemdikbud. Sari pemikiran tersebut yang kemudian saya coba perdalam menjadi frame pemikiran saya untuk menjalani proses baik selagi studi master saya dan setelahnya.

Persiapan selanjutnya adalah berkaitan dengan proposal rencana studi. Saya baca kembali proposal tersebut sehingga saya mengerti apa yang tulis tanpa cacat pikiran. Maksud dari hal ini adalah ketika nanti kita melakukan wawancara tentunya tidak semua interviewer mengerti betul tentang bidang yang kita minati. Maka dari itu cobalah membaca kembali dan memikirikan kembali tentang cara penyampaian yang enak dan mudah dimengerti oleh interviewer.

Dan terakhir adalah berkaitan dengan berkas-berkas yang diunggah ketika seleksi administrasi. Saya lihat kembali berkas-berkas tersebut, mencoba mengingat kembali pekerjaan-pekerjaan yang pernah dilakukan, pengalaman berorganisasi, dan tentunya prestasi yang didapat. Pada saat itu saya sampai-sampai sudah menyiapkan cerita-cerita menarik dari pengalaman untuk mendapatkan ketiga hal tersebut. Setelah ini semua terlaksana akhirnya saya berangkat menuju kota Jakarta, sehari sebelum dilaksanakannya wawancara dan tentunya membawa semua dokumen asli yang diperintahkan oleh panitia ditambah beberapa materai 6000.

Proses Wawancara

Wawancara dijadwalkan pada Jumat (16/09) pada pukul 08.30 WIB yang bertempat di Hotel Kartika Chandra, Jakarta. Ketika itu saya sudah berada di Depok sehari sebelum proses wawancara. Setelah bertanya beberapa teman tentang tempat dan akses untuk menuju tempat wawancara tersebut, akhirnya saya memutuskan untuk berangkat pada esok hari lebih awal, yaitu sekitar pukul 06.00 WIB dan estimasi saya sudah berada di tempat wawancara pukul 07.00 WIB.

Ternyata benar saja, keesokan harinya saya tiba tepat pukul 7 pagi dan langsung segera ke ruang tunggu wawancara di hotel tersebut. Strategi ini saya maksudkan agar saya dapat mendapatkan ketenangan dan keluwesan di ruang tunggu wawancara, maka datang lebih awal menjadi pilihan saya. Pada saat itu baru sekitar 3 orang calon penerima yang sudah berada di tempat dengan masing-masing memilih style untuk menenangkan diri.

Satu persatu ruang tunggu wawancara sudah mulai dipenuhi oleh para calon penerima beasiswa ini. Dan tepat pada pukul 08.30 WIB, panitia memulai proses wawancara ini dengan terlebih melakukan absensi. Karena saya datang lebih awal ketika itu, maka dari itu saya mendapatkan kesempatan untuk wawancara lebih awal, tetapi sebelum dilakukan wawancara pertama-tama saya menyerahkan dokumen asli untuk dilakukan verifikasi terhadap data-data yang saya unggah pada saat seleksi administrasi dan Alhamdulillah tidak terjadi masalah terhadap dokumen yang saya bawa. Form verifikasi sudah dicentang semua.

Selanjutnya wawancara.

Saya diwawancarai oleh Ibu Dyah, seorang psikolog pendidikan dari UI. Ketika itu saya tidak menyangka bahwasannya wawancara akan dilakukan dalam bahasa inggris karena jujur saya tidak menyiapkan hal tersebut.

Ibu Dyah : “So, we are conducting the interview session in english. Are you ready?”

Tetapi hal tersebut tidak menyurutkan tekad saya untuk lolos sebagai penerima beasiswa dan dengan tegas saya jawab

Saya : “Yes, sure.”

 

Pertama adalah pertanyaan Beasiswa Unggulan

What’s your purpose joining the scholarship?  

Why do you join this scholarship?

Why don’t you apply for others? for instance LPDP

Lalu pertanyaan-pertanyaan seputar program studi yang diminati

Could you explain what is actually your field?

Why do you choose it?

What are the impacts/benefits for Indonesia then?

After you graduate from this program, what would you become?

and so on

Kemudian pertanyaan tentang prestasi, pengalaman bekerja, dan organisasi

I saw your letters, you were active in … this organization. Could you tell your experience of it?

next, how about working experience during your internship abroad?

and you were participating in some competitions, which one do you think is your best achievement and how you achieve it?

and many more

Dan selanjutnya adalah tentang diri sendiri, keluarga, dan lingkungan sekitar.

How to tell you in only words that reflect who you are?

Could you ensure me that you are eligible for this slot?

last question,  are you eligible enough to get this scholarship?

Satu persatu pertanyaan saya jawab, tentunya dengan english. Untungnya saja saya pernah beberapa kali melakukan praktek kerja di luar Indonesia, sehingga wawancara terasa enjoy, mengalir dan tidak tegang. Bagi teman-teman yang belum terbiasa untuk berbicara bahasa inggris tenang saja, saya sudah menyarikan beberapa pertanyaan utama yang menurut saya bisa menggambarkan proses penyaringan peserta ini. Coba dilatih saja melalui pertanyaan di atas.

Satu hal yang menurut saya menarik dari pengalaman saya dalam wawancara di atas adalah pewawancara mencoba menggoyahkan pendirian saya melalui pertanyaan-pertanyaan yang menurut saya menjebak. Dalam hal ini teman-teman harus mantap sekali dalam menyiapkannya. Jangan sampai ketika proses wawancara, pendirian teman-teman tergoyahkan karena tidak sepaham dengan interviewer. 

Lalu tibalah pada pertanyaan terakhir, dengan percaya diri dan lantang saya jawab, “Yes”. Setelah interviewer memberikan senyuman kepada saya, dan itulah akhir dari wawancara saya di Jakarta. Saya dipersilahkan untuk pulang dan beliau memberikan saya pengumuman bahwasannya minggu depan pengumuman kelulusan sudah dapat dibagikan.

“Terima kasih”, saya ucapkan kepada interviewer.

Selamat berjuang teman-teman, saya cukupkan tulisan Beasiswa Unggulan 2016 ini.  Walalupun saya tidak menjamin tulisan ini dapat meluluskan teman-teman 100% menjadi awardee beasiswa tetapi saya berharap tulisan ini akan bermanfaat dalam membantu teman-teman selama proses mendapatkan beasiswa. Dan teruslah berjuang dan mencari ilmu dimanapun berada.

Saya tunggu di jerman ya. see ya.

About jurnalazi92

Semua yang ada didalam tulisan ini, semata-mata saya tulis karena saya senang menulis.
Gallery | This entry was posted in PROSES! and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

3 Responses to Beasiswa Unggulan 2016 (III)

  1. afaizib says:

    Mantap kak Ihsan! Kapan2 kalo gw tanya2 boleh dong ya, hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s