Beasiswa Unggulan 2016 (II)

Baca juga Beasiswa Unggulan 2016 (I)

B. Mendapat Surat Rekomendasi

Nah, untuk yang satu ini memang dirasa susah-susah gampang untuk didapatkan. Tergantung dari posisi teman-teman, tempat bergaul, dan tentunya minat di bidang apa. Tentunya banyak yang berpikir untuk mendapatkan surat ini, terlebih dahulu kita harus mengenal sosok yang dimintai rekomendasi, pernah bekerja bersama, atau memiliki hubungan kerabat, dll. Ya, Hal-hal tersebut akan sangat memuluskan teman-teman untuk mendapatkan surat rekomendasi dan tentunya memudahkan.

Premis di atas memang benar adanya tetapi tidak ada salahnya jikalau teman-teman dalam keadaan terdesak dan ingin mendapatkan rekomendasi dari seseorang yang teman-teman belum memiliki hubungan apapun lebih-lebih mereka adalah suatu pejabat/orang penting yang terpandang. Jangan khawatir, seperti pengalaman saya untuk mendapatkan surat rekomendasi apabila dalam keadaan seperti itu adalah dengan berkomunikasi terlebih dahulu dengan calon pemberi rekomendasi dan tentunya harus dicoba.

Selanjutnya, terus teranglah dengan apa yang terjadi dan keinginan teman-teman untuk mengikuti proses seleksi Beasiswa Unggulan (BU). Kemudian sampaikan maksud dari komunikasi ini bahwasannya teman-teman ingin mendapatkan surat rekomendasi untuk seleksi beasiswa ini.

Tentunya teman-teman akan sedikit bingung dan kikuk ketika berhubungan ditambah tidak begitu mengenalnya calon pemberi surat rekomendasi kepada teman-teman. Tenang saja, pengalaman saya apabila hal tersebut terjadi dan calon pemberi rekomendasi sudah positif memberikan surat rekomendasi adalah biasanya calon pemberi akan meminta CV dan transkrip jika perlu. Lalu ada pula yang meminta saya untuk dibuatkan terlebih dahulu surat rekomendasi versi saya sendiri untuk kemudian dikoreksi oleh calon pemberi dan ditanda-tangan. Tetapi ada juga, calon pemberi sudah memiliki template tersendiri untuk surat rekomendasi, sehingga teman-teman akan ditanya beberapa pertanyaan terkait pribadi teman-teman dan tujuan mengikuti beasiswa.

Selamat mencoba.

D. LoA Unconditional

Sekilas saya menceritakan pada bagian I tentang Letter of Acceptance yang saya dapatkan dari salah satu universitas. Tampaknya saya tidak bisa terlalu bisa banyak bicara mengenai ini karena beberapa universitas memiliki syarat-syarat tersendiri untuk menerima mahasiswa baru yang ingin mendaftar.

Tetapi percayalah, jika teman-teman sudah mendapatkan LoA, khusunya untuk universitas di luar negeri otomatis teman-teman akan mudah untuk memenuhi syarat-syarat berkas BU karena beberapa syarat untuk LoA ini serupa dengan syarat BU.

Permasalahan saya ketika mendaftar BU ini adalah saya hanya mendapatkan LoA dengan syarat dan Peraturannya BU tidak bisa menerima LoA selain LoA Unconditional. Jadinya pada saat itu saya harus menunggu beberapa saat sampai saya wisuda. Tapi bagi teman-teman yang memiliki waktu yang sangat mepet dan kemudian memiliki kasus seperti saya, coba saja dikomukasikan ke universitas yang menerima tentang persyaratan beasiswa ini sehingga LoA teman-teman berubah menjadi unconditional.

E. Kolom Prestasi

Khusus untuk bagian ini, persiapkanlah semua sertifikat prestasi teman-teman yang pernah didapatkan. Memang dalam petunjuk juknis BU ini, beasiswa ini diperuntukkan untuk para peraih medali olimpiade nasional dan internasional, lalu juara tingkat nasional, regional, maupun internasional di bidang sains, teknologi, seni budaya, dan olahraga. Selanjutnya untuk guru berprestasi, karyawan berprestasi, dan pegiat sosial.

Ya, kata-kata pertama yang kita lihat sudah cukup mencengangkan yaitu peraih olimpiade, membuat kita jiper terlebih dahulu. Tetapi coba untuk beberapa kata setelahnya ternyata prestasi tersebut tidak melulu dalam hal olimpiade ataupun lomba-lomba lainnya. Di sana ada guru, karyawan, dan pegiat sosial.

Pengalaman saya kemarin, saya mengumpulkan sebanyak mungkin sertifikat yang pernah didapat walaupun sebanyak-banyaknya sertifikat yang saya kumpulkan tidak sampai 10 sertifikat, hanya 6 sertifikat prestasi karena beberapa sertifikat yang didapatkan semasa saya menjalani masa sekolah dan kuliah sudah hilang.

Nantinya teman-teman akan menemukan pada setiap entri prestasi ini kolom juara. Jangan berkecil hati apabila tidak mendapatkan juara atau apapun karena teman-teman bisa menyebutkan pula seperti partisipan, peserta workshop, dll. Oiya, kolom prestasi ini juga bisa untuk prestasi teman-teman apabila pernah mengikuti acara internship, program pertukaran pelajar, konferens, workshop, panitia-panitia acara kemahasiswaan, kemasyarakatan, dll. Pokoknya isi saja dengan sertifikat yang teman-teman punya dan jangan kalah sebelum bertanding.

Nah, bagaimana jikalau tidak ada sertifikatnya tetapi teman-teman sudah pernah menjuarai sesuatu. Hmm sayang sekali, saya ketika itu coba mengakali dengan menaruh/mengunggah foto saya sebagai juara untuk menggantikan sertifikat. Tetapi hal ini tampaknya tidak berhasil karena setelah proses klarisifikasi administrasi kolom prestasi yang mencantumkan foto itu dihapus oleh panitia. Jadi kesimpulannya memang harus memakai sertifikat.

F. Proses Selanjutnya

Setelah mengumpulkan syarat-syarat untuk persyaratan administrasi dan mengunggahnya di halaman calon peserta. Pastikan semuanya dicek silang, diperiksa dengan teliti. Bahkan saya mendapat masukan gunakanlah EYD Bahasa Indonesia yg baik dan benar, jangan sampai ada typo pada beberapa persyaratan. Karena hal tersebut bukan saja sangat membantu reviewer/pemeriksa nantinya pada saat seleksi administrasi tetapi akan menambah impresi mereka tentang kepribadian teman-teman.

Setelah sudah yakin, maka tekan tombol submit. Sholat, berdoa, tahajud, minta restu orang tua, minta doain sejawat, dosen, dll adalah hal yang bisa dilakukan dalam mengisi selang waktu seleksi administrasi hingga dinyatakan sebagai peserta lulus seleksi.

screen-shot-2016-09-27-at-08-07-10

Alhamdulillah, puji tuhan…

D. Wawancara

Saya dipanggil wawancara di Jakarta, bersambung….

 

About jurnalazi92

Semua yang ada didalam tulisan ini, semata-mata saya tulis karena saya senang menulis.
Gallery | This entry was posted in PROSES! and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

4 Responses to Beasiswa Unggulan 2016 (II)

  1. Pingback: Beasiswa Unggulan 2016 (I) | jurnalazi92

  2. Nurul Mukarromah says:

    Diterusin ya Bang tulisan-tulisan inspiring-nya…

  3. Pingback: Beasiswa Unggulan 2016 (III) | jurnalazi92

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s