Perjalan Kecil

Halo..

(hening)

Siapa juga ada yang berniat membalas sapaan pada laman usang yang bahkan pemiliknya sendiri tidak pernah ingat berapa jumlah artikel, puisi, essay, review, curhatan, lagu, dan segala macamnya yang telah dipublikasikan masal. Juga tampaknya trend tidak sedang berada pada puncaknya ketika orang-orang lebih senang untuk membuka laman pribadi yang lebih simpel dan tidak memerlukan waktu yang banyak untuk mengidentifikasi seseorang, sesimpel teman-teman menekan tombol dan seluruh umat manusia bisa mengetahui apa yang sedang berlangsung seperti pewartaan berita 5 W+1 H.

Malam ini disaksikan dan ditemani mie kari, santap sana-sini tentunya dengan sedikit kekacauan antara suapan dan ketikan yg terjadi secara acak dan tidak tahu interval antara suapan demi suapan itu terjadi, ah.. luar biasa kekacauan kecil ini membuat saya kenyang…

Perjalanan kecil. Itulah tampaknya yang sering saya lakukan dalam beberapa tahun ke belakang untuk bertemu wajah lama bersama wajah baru, juga sebaliknya mengenalkan wajah lama kepada wajah baru. Melupakan sejenak apa yang telah terjadi di belakangan hari dan menambah perbendaharaan pengalaman yang saya saksikan langsung.

Semata-mata perjalanan itu saya buat karena ingin bertegur sapa dengan orang, bertanya kabar sahabat yang sudah lama tak bersua, atau sekadar berkelakar tentang masa lalu yang saya pikir itu memiliki porsi tersendiri di dalam hidup saya. Dalam hal ini bukan saya bermaksud mengukung diri saya terhadap masa lalu, tetapi cerita tetaplah cerita, masing-masing memiliki historisitas dan saya percaya akan adanya suatu perjalanan yang kontinu dari apa yang telah kita perjuangkan sebelumnya.

Beruntunglah saya, orang-orang tersebut datang dari berbagai macam latar belakang dan seperti kalimat di atas “perluasan perbendaharaan” terjadi dengan begitu mengasyikkan, hampir lupa jam istirahat demi sekedar mengetahui dunia yang sama sekali kita tidak menyentuhnya pada proses kehidupan kita atau bahkan ngalor-ngidul tidak jelas untuk sesekali menyerap apa yang bisa menjadi praktis kehidupan sehari-hari.

Jikalau gaya jurnalistik berkata, “seraplah sebisa, sebanyak yang dapat diserap” tetapi dengan tidak menimbulkan suatu kesan persahabatan setelahnya. Saya pakai saja setengah gaya tersebut dengan pemakaian dari klausa pertama saja dan voila! <silahkan teman-teman deskripsikan saja ini>

Perihal perjalanan yang akan datang saya tidak terlalu memikirkannya dengan terang, di mana hati ini berkata dan kesempatan datang tepat pada saatnya maka saat itulah momentum yang tepat seperti pendulum besar jam raksasa yang berayun sangat presisi untuk menuntun sang waktu, sangat tepat dan tidak pernah menyesatkan.

Semoga di kemudian hari saya masih bisa melaksanakan perjalanan kecil ini, menikmatinya dengan seksama, menghabiskan beberapa waktu di tempat yang berbeda, dengan sedikit merenung akan diri sendiri di tempat yang berbeda, tumbuh seperti layaknya pohon jati yang 15 tahun ke depan menjadi investasi berharga bagi para penanamnya, khusunya saya persembahkan untuk orang tua. Saya tutup cerita singkat ini dengan kutipan dari sang pencari kebahagian. spasiba!

“Dengan berpikir berada di tempat yang lain, menjadi orang lain, atau menikmati suatu kenihilan mustahil kamu akan bahagia.” Eric Weiner


 

 

About jurnalazi92

Semua yang ada didalam tulisan ini, semata-mata saya tulis karena saya senang menulis.
Gallery | This entry was posted in PROSES!. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s