Koherensi jiwa di masjid Sultan Ahmet

waladun

Lantunan adzan kudengar kembali setelah 1,2 tahun tidak kudengarkan selama masa studi di negeri panser saat ku melihat takjubnya arsitektur Aya Sofia, gereja masa Byzantium yang dialihfungsikan menjadi Masjid selama masa dinasti Ustmani Turki namun berubah fungsi menjadi museum semenjak kekuasaan Mustapha Kemal Pasha. Ku langkahkan kaki ini menuju Masjid dimana lantunan adzan dzuhur mendayu indah, Masjid sultan Ahmed yang umumnya disebut Blue Mosque tepat berada di depan Museum Aya Sofia, perpaduan arsitektur antara arsitektur Byzantium dan Ustmani menjadikan masjid ini memiliki ciri khas tersendiri dibanding dengan masjid-masjid yang pernah ku kunjungi. Ku ambil air wudhu lalu memasuki Masjid dengan perasaan takjub yang belum hilang. Saat memasuki Masjid ketakjuban tersebut semakin bertambah, lukisan kaligrafi yang indah, suasana yang nyaman, arsitektur yang megah membuat mata ini tak kuasa mengeluarkan air mata. Air mata ini tak bisa lagi kutahan, terus mengalir karena benar-benar ku rindu akan masjid dan juga segala puji hanya…

View original post 779 more words

About jurnalazi92

Semua yang ada didalam tulisan ini, semata-mata saya tulis karena saya senang menulis.
This entry was posted in PROSES!. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s