Carpe Diem

Jikalau saya ingin membenarkan berdasarkan beberapa pepatah yang sudah pernah saya baca, maka alangkah indahnya hari ini. Hari dimana kita merdeka memetik segalanya, hari dimana kita bisa berbagi cinta kasih dengan nyata, hari dimana kita tidak terbelenggu oleh kefanaan hari kemarin dan hari setelahnya. Walaupun saya masih rancu perihal korespondensi dari pepatah-pepatah tersebut, tapi dalam hati kecil saya berkata “iya”.

Adalah sang penyair romawi, Horatius yang menurut sumber wikipedia pertama kali mengumandangkan carpe diem (petiklah hari) atau lengkapnya carpe diem, quam minimum credula postero (petiklah hari dan percayalah sedikit mungkin akan hari esok). Itulah yang menjadi landasan mengapa saya sangat ingin menekankan perihal “hari ini”.

Tentunya saya pun pernah membaca sebuah hadits yang menurut para ahli, hadits ini adalah lemah. Tetapi tidak ada salahnya jikalau saya berbagi dengan teman-teman sekalian. Hadits itu berbunyi, ”Berusahalah kamu untuk duniamu, seakan-akan kamu akan hidup selamanya, dan berusahalah untuk akhiratmu seakan-akan kamu akan mati esok hari” (HR Ibnu Asakir). Dalam penjelasannya tersebut dijelaskan bahwasannya pada saat itu gencar dilakukan kritik terhadap golongan penganut sufistik yang benar-benar melupakan hari-hari mereka, terutama “hari ini”.

Banyak orang yang terlalu merisaukan hari kemarin ataupun hari esok. Sedikit renungan yang disampaikan Dr. Aidh Al-Qarni  dalam bukunya la tahzan:janganlah kamu bersedih. Ia menyampaikan dalam bab-bab awal bukunya tersebut perihal “hari kemarin, hari ini, dan hari esok”. “Sungguh engkau terlalu dihantui masa lalu, masa yang selalu engkau selipkan di hari-hari yang indahmu. Maka bangkitlah, tegakkan kepala untuk menatap hari ini yang indah. Dan juga janganlah engkau merisaukan hari esok. Sesungguhnya hari ini engkau sudah sangat disibukkan dengan berbagai macam perkara.” Ya, itulah yang sedikit saya tangkap perihal beberapa bab tersebut.

Dan menurut saya itulah sikap yang bijaksana untuk memprioritaskan sesuatu. Entahlah saya hanya ingin menyampaikan bahwasannya hari esok adalah umpan balik dari apa yang telah kita perjuangkan hari ini. Terkadang itulah bayang-bayang yang selalu berperang dengan probabilitas rencana mendatang. Hasil telaah tentang kompleksnya masa depan ternyata dijawab dengan lebih rumit tentang apa yang bisa saya kerjakan hari ini.

About jurnalazi92

Semua yang ada didalam tulisan ini, semata-mata saya tulis karena saya senang menulis.
Gallery | This entry was posted in they whisper, we explode! and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s