17 Januari

Kali ini, duduk rapih.
Sedangkan Dia cemas antara Surya ceria atau pergi mengembara.

“Tidak usah cemaskan keduanya. Tidak lebih keduanya berarti.” bisik semesta.

Dia suka hujan
Dia suka matahari pagi
Dia ingin ditemani
sampai matahari di atas mereka.

Dia taruh kata “terima kasih” untuk semua langkahnya.
Baginya itu lebih dari sikap baik, adalah kebaikan spiritualitas.

Mereka habis dalam enam kali putaran lapangan itu.
Peluh menyelimuti, disusul kencang detak jantung yang mengatur aliran darah sampai irama nafas yang terbata-bata dengan surya yang ceria.
Hingga akhir, air mineral kemasan pengganti cairan hasil osmoregulasi

Setelah banyak proses pembakaran, tanggap dengan cepat.
“Kita makan di SD?” tawarnya.
“Baiklah.” sambutnya.
Panjang cerita, sang pemilik berbagi pengalaman dengan mereka.
Sedari kecil dia adalah penikmat makanannya.
“Dia itu dulu bangor. Sedikit berbicara dan menyeramkan.tuturnya dengan santai.
(saling tertawa)

Mereka berputar, berkeliling.
Dia dapatkan dua keping cd
Dan Dia sangat menyukai selendang biru yang baru didapatkannya.
Ingin sekali melihatnnya dipakai, dipadu dengan warna biru yang sedikit gelap.
Akan terlihat hidupnya putih antara warna. Pikir Dia.

Sampai jumpa selanjutnya……

 

About jurnalazi92

Semua yang ada didalam tulisan ini, semata-mata saya tulis karena saya senang menulis.
Gallery | This entry was posted in Media Romantika and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s