Hari yang Panjang


            bandung, 261111

Sebab karena hari lalui
Rasa karena nikmati
Mentari karena fajar
Perjalanan karena rencana

Oh sabtu pembawa berita
Beritakan pada khalayak ramai
Tapi itu terlalu panjang wahai pemuda.
Tak apa sabtu, sebarkan saja.

“Ingat betul di tengah Jalan Ganeca,
lambaian tangan dari arah seberang tanda kehadiran,
siap piranti seleksi kehidupan.
Melangkahlah dua pasang kaki ke tepi,
akan ditemui sisa reruntuhan dengan mesin pencabik tangan yang menjulur, hantam tembok penghalang kekuasaan penguasa.hantam, hantam, dan hantam.


 

Lanjut langkah mulai percepat
Dibawah jembatan besar penghubung mereka bergegas.
Riang tawa anak-anak bermain dengan sebuah bola.
Ah itu disana, ada yang berbeda.
Komedi putar yang sedang direparasi, rasanya jikalau malam. Mereka akan senang hati untuk menunggangi.

Satu hal yang terjadi, terik panas tak dapat dihindari
Kalaupun begitu mereka senang menghabiskan eskrim rasa buah kiwi.
Ada pertanyaan apakah eskrim dihisap atau hanya dijilat, sudahlah itu hanya sebuah permainan.haha

Berjalanlah terus berputar, kedua mereka mengingat akan masa kecil yang terlampau bahagia.
Lewat beberapa tempat sambil bercerita.
Mereka terus berbagi cerita.
terus berbagi
terus berbagi
satu samanya


 

Situs terakhir, berkaitan dengan kehidupan potret kehidupan alun-alun.
Sepasang tunawisma ketika ditanya
‘dimana khalayak mereka yang engkau besarkan sejak dalam kandungan?’tanya
‘kelima mereka sudah sibuk dengan perkara masing-masing’jawab
Sambil sibuk dengan beberapa cairan pembersih sisa besi berukuran tidak lebih
Ironi yang tak berbalas dengan kemanusiaan.

Ada juga tempat yang dihargai seantero negeri afrika dan asia.
Hingga hormat kota kembang oleh warga negeri hitam dalam mengingat perjuangan pra-kemerdekaan.
‘Sia-sialah kita sudah merdeka tapi perdamaian tidak pernah ada’ begitulah nampaknya tercatat dalam ingatan.


 

Pusat perbelanjaan nampak tak terlalu makan waktu dengan berjalan
Bukan, mereka tidak bermaksud begitu.
Tetapi hanya ingin eskrim favorit di kedai waralaba dunia
Tak sampai hati, mesin rusak merasa hanya membuang waktu
Bundar roti dengan aroma moka yang terpilih. Krus, krus, krus…
Baiklah tidak usah kecewa, masih ada eskrim favorit di kedai waralaba selanjutnya

Ditemui seorang kakek, curhatan tentang fenomena alam yang melanda di musim hujan hingga beberapa momen yang diabadikan.
Mereka abadikan momen itu, tepat didepan alat refleksi.
Maya, tegak tanpa perbesaran ditangkap kamera.
ah, suka sekali….

Dan terakhir, bunga putih menutup kisah hari itu.(simpanlah)
Diantarnya ke beberapa tempat hingga selamat hingga depan pintu kediamannya.”

Diambil dari buku “Beruang”

About jurnalazi92

Semua yang ada didalam tulisan ini, semata-mata saya tulis karena saya senang menulis.
Gallery | This entry was posted in Media Romantika and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s