Bincang-Bincang

Sore itu, baru saja saya dan teman saya usai melaksanakan sebuah kegiatan. Nampaknya tempat singgah terbaik hanya untuk sekedar meluruskan kaki dan menjernihkan pikiran adalah dengan mengunjungi sebuah mesjid.

Sesampainya disana saya pun langsung bersegera untuk mendirikan sholat. Dan berjamaah bersama teman saya itu. Dan selesai lah sholat pada waktu itu, seperti maksud saya diatas mengunjungi tempat itu setelah selesai berdzikir keluarlah saya bersama teman saya tersebut.

Sambil meluruskan kaki dan memandang tanpa akomodasi, teman saya bertanya,
“San, lu udah punya mantan berapa?”tanya teman dengan polos

Pertanyaan yang mudah sekali saya jawab sebenarnya. Tapi adalah karena sebab apa ia menanyakan hal tersebut atau bisa saja ia ingin membuktikan bahwasannya sebuah ungkapan general abad ini, Men are Shit.

Sebelum menjawab itu, saya mengungkapkan tentang perjalan saya sebagai remaja berumur lima belas. Guncang karena tekanan sekitar dan ingin mengendalikan semua itu dengan pembuktian. Apa yang saya lakukan adalah semata-mata adalah ingin agar saya pun bisa seperti teman-teman saya kala itu. Jiwa remaja yang ingin mendapat pengakuan dari sekitar.

Cukup, kala itu saya memberanikan menyatakan perasaan pada seorang gadis remaja. Apa yang saya dapat dari pembuktian itu, sangat bertentangan dengan apa yang disebutkan oleh teman-teman kala itu. Ternyata biasa saja. Dan, apa lah yang saya dapat dari itu semua adalah
“teman saja”

Puji tuhan kala itu, karena saya tidak harus berlelah-lelah ria dengan semua yang akan terjadi jikalau jawaban itu adalah yang lain. Lebih baik saya menghabiskan waktu untuk bermain gitar dan menghabiskan snack kiriman orang tua saya. Terimakasih Tuhan.

Nampaknya saya sudah bisa menjawab dengan cerita tersebut. Dengan sedikit perlawanan terhadap ungkapan general tersebut, Men are shit. But, unfortunately I’m a man.

Dan sejak saat itu lah saya mulai berpikir, apalah arti sebuah pernyataan yang tidak dipikir-pikir matang. Adalah sebuah penyesalan itu yang akan datang di kemudian. Dan sudah saya tekadkan untuk urusan ini adalah lebih baik saya menyimpan sebuah pernyataan kelak untuk seseorang yang benar-benar saya ingin jadikan pasangan hidup selamanya. One engagement for one wife.

Sedikit menghela nafas pada saat itu, dan segera bertanya padanya kepada teman saya,
“emang lu punya mantan berapa?” tanya saya dengan antusias
“empat belas.”jawabnya dengan polos
“gila, lu apain aja tuh semua sampai bisa dapet lebih dua dari satu lusin.”takjub saya.
“biasa lah.”jawabnya dengan polos.

Lagi-lagi polos tanpa ekspresi. Sepertinya ungkapan general tadi dapat ditambah menurut teman saya itu hingga  mempunyai kekuatan tambahan dengan menaruh beberapa kata di belakangnya. Men are shit, because Women love that shit.

About jurnalazi92

Semua yang ada didalam tulisan ini, semata-mata saya tulis karena saya senang menulis.
Gallery | This entry was posted in PROSES!. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s