[review]Theater of Mind #bottlesmokerconcert

FREE+SHARE+MUSIC=LOVE

Nampaknya itulah rumus paling catchy sekaligus paling mudah dihafal yang pernah saya dengar di Indonesia ini. Sama halnya dengan rumus Phytagoras yang sudah teman-teman sekalian kenal sejak sekolah dasar, mudah dihafal dan tentunya sangat berguna.

Masih dalam kehangatan perbincangan di tengah sejuknya Kota Bandung, baru saja dilaksanakan sebuah konser tunggal yang didukung oleh perusahaan makanan ringan paling laris di Bandung, Maicih dari sebuah band bernama Bottlesmoker pada Kamis, (28/07). Band yang sudah jauh berkelana hingga luar Indonesia ini sudah mampu membuat suatu gebrakan di dunia musik indie ini dengan menggratiskan seluruh karya mereka. Dan kalimat diatas tercipta dari duo asal bandung ini.

“Ini sepeti mimpi, melaksanakan konser yang kami dambakan sejak pertama bersama di dalam kamar dan yang lebih membanggakan adalah kami bisa tampil bersama penonton yang setia di kota asal kami, Bandung.”

Itulah sedikit perkataan yang diungkapkan oleh kedua penggila musik mainan tersebut di sela-sela acara yang diadakan di STSI GK. Dewi Asri malam itu. Acara yang dibuka oleh performa dari Teman Sebangku dan Pemandangan ini memang mampu menyedot antusias penonton untuk menonton konser, terbukti dari minat para penonton dari luar kota bandung, lintas provinsi, hingga penonton mancanegara turut memeriahkan acara tersebut.

Lagu yang pertama yang mereka bawakan  Up the Creek without the Paddle sama halnya dengan urutan pertama di album tebaru mereka, Let’s Die Together in 2012. Bebunyian awal yang membawa suasana malam itu seperti limpahan rasa syukur kepada tuhan atas terselenggaranya konser tersebut. Lanjut kepada lagu Diminished, masih dalam kondisi yang segar dan paras yang masih terlihat cerah, mereka membawakan lagu ini dengan senang hati. (((((ox))))) adalah lagu ketiga yang mereka bawakan. Tidak tahu saya harus mengeja ini apa, dugaan saya ini adalah salah satu langkah untuk menarik para pemirsa Dahsyat dengan emoticon unyu dan seperti lagunya yang mengingatkan ke-unyu-an anak-anak yang sedang bermain di taman sekolah.

Ini seperti memasuki babak dari sebuah awal yang baru, Bottlesmoker berkolabarasi dengan Dissa dari The Jakesperiment membawakan lagu terbarunya Typography yang sangat kental dengan unsur uji eksperimennya ditambah visual yang pas untuk ukuran yang sangat surealis. Di sela-sela mereka membawakan lagu tersebut, mereka berceloteh tentang pengalaman mereka manggung di acara Dahsyat karena musik unyu mereka dan bersiap dengan berbagai strategi yang telah dibuat untuk tampil kembali di acara Dahsyat dan lagu tersebut adalah salah satu dari strategi mereka. Seperti heureuy dengan lagu yang ini untuk masuk acara tersebut, haha. Lagu yang paling langka itu, Where’s my wings akhirnya mereka bawakan. Terhitung 2 kali sudah mereka membawakan lagu tersebut. Setelah itu ada tembang Boredom and Freedom, Money Making, dan Slo Mo Smile. Menarik ketika mereka membawakan lagu Money Making yang mereka cover dari The SIGIT. Bagaimana mereka ditemani oleh Dissa mengolah rasa yang keras menjadi tidak kalah keras dengan lagu aslinya. Dan lagu tersebut ditutup dengan dihancurkannya sebuah glockenspiel oleh Angkuy sekaligus menutup tempo permainan yang semakin lama semakin cepat.

Sebuah konsep panggung yang sangat segar ketika mereka membawakan lagu Goodninght Lovers(Depeche Mode cover) dibarengi dengan paduan suara anak-anak dari CLC Choir. Bukan saja sebagai pengiring, anak-anak tersebut pandai membawa para penonton untuk ikut bersenandung dengan mereka. Terbukti di lagu-lagu lawas, macam Ageratum Conyzoides, Langkah Peri(Cherry Bombshell cover), dan A Lot of Number mereka menyebarkan chemistry untuk ikut bersenandung dan bernyanyi. Dan tak lupa lagu-lagu lain yang mereka sangat senang untuk dibawakan adalah Stringless Purselane, Walls, Before Circus Over, Free Hugs, dan lagu terakhir yang dipersembahkan untuk Maicih. Dan akhirnya lewat lagu tersebut Bottlesmoker menutup acara Theater of Mind dengan jatuh dan pecahnya balon-balon yang turun dari langit-langit gedung. Satu lagi, pada hari yang sama juga Timnas Indonesia menang atas Timnas Turkmenistan dengan skor 4-3. Terimakasih Bottlesmoker!

About jurnalazi92

Semua yang ada didalam tulisan ini, semata-mata saya tulis karena saya senang menulis.
Gallery | This entry was posted in [review]. Bookmark the permalink.

3 Responses to [review]Theater of Mind #bottlesmokerconcert

  1. journalife2 says:

    Mantap… klo g salah sama Nobie dan Angkuy. Duet bottlesmoker ya?

  2. I have been examinating out a few of your articles and i can claim pretty clever stuff. I will surely bookmark your site.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s