Putar Rencana hingga 330°

Ketika sesuatu tidak mendatangkan hasil yang sesuai dengan rencana, tidak patutlah kita bermurung-murung ria dengan apa yang telah digariskan oleh tuhan yang diatas. Seakan dunia ini berakhir apabila kita tidak mendapatkan sesuatu yang kita rencanakan, menyalahkan orang lain hingga tuhannya. astaghfirullah.Dan inilah tulisan yang sengaja saya buat untuk membesarkan hati teman-teman agar tetap semangat untuk menghadapi hidup seperti puluhan bahkan ratusan pesan yang diterima teman-teman jika sedang mengalami masa-masa sulit, “Semangat!”. Mungkin sudah lama sekali saya tidak menulis seperti ini. Tetapi tidak apalah, jiwa berbagi saya tergerak ketika saya mendengarkan banyak kekecewaan yang terjadi.

Pertama-tama yang perlu dibangun adalah peta hidup baru yang lebih realistis disertai dengan optimis yang tinggi. Ok, ada yang mengatakan realistis itu adalah pencacatan impian, dimana sebuah imajinasi tidak boleh berkembang bebas. Tetapi, itu semua adalah bagaimana sebuah impian kita yang imajiner perlu untuk direalisasikan menurut kemampuan kita. Berkaitan dengan itu semua, sesuatu yang imajiner masih perlu dilakukan kajian, pikiran, usaha, dll yang mendalam karena itu berasal dari alam bawah tak sadar kita. Ini seperti yang diungkapkan Sigmund Freud dalam Psikoanalisis tentang alam tersebut bagaimana ia mengungkapkan imajinasi menjadi suatu yang dapat dirumuskan kedalam keadaan sadar. Dan ingat kegagalan bukanlah sesuatu yang berubah karena rencana diputar 180° karena apabila itu terjadi anda akan mengulang yang sudah terjadi. Tetapi kegagalan adalah jalan menuju keberhasilan yang lain. Dan mengapa saya menulis judul diatas adalah jika kita menerima kegagalan hadapilah dengan sebuah rencana yang lebih baik dan mengarah kedepan. Bisa jadi jalan yang akan ditempuh itu perlu diputar hingga 330° untuk mencapainya dan masih tetap mengarah ke depan bukan(?).

Jatuh bangun kehidupan memang selalu muncul didalam kita melaksanakan segala lingkup kehidupan. Tetapi ada satu pepatah dari Syekh Abdul Qadir Jailani, beliau berkata, “Ketika seorang diuji, disitulah Allah swt dekat dengannya.” Alhamdulillah, kita semua pernah diuji bukan? Itulah nikmat yang tiada tara, dekat dengan Allah swt. Dari situlah kita dilihat lebih dekat oleh-Nya untuk berperilaku sabar dan berjiwa Problem solver. Tetapi ketika sudah berada diatas, janganlah kita patut berbangga dengan apa yang kita dapat, berbesar kepala dengan apa yang didapat, dll. Saya sudah bosan menyaksikan di negeri ini bagaimana orang diatas menindas sepuasnya orang lemah. Dari kalangan pejabat pemerintahan hingga siswa. Sampai-sampai Almarhum Zainuddin M.Z. berkata,  “Mereka adalah sebenar-benarnya Teroris!” begitu ungkapnya terhadap kasus KORUPSI di negeri ini. Ah, bosan juga berbicara masalah korupsi. Tetapi itulah yang menghiasi media massa kita. Munkin inilah jatuh bangun negara kita. Tetapi ada benarnya bagi kita yang sudah sangat-sangat kecewa dengan praktek perkorupsian di negeri ini seperti yang diungkapkan Sujiwo Tejo dalam sebuah acara di televisi lokal, “Sudah teroris itu beri saja undang-undang seperti Pers. Pers kan boleh mengolok-olok tetapi dilindungi oleh UU. Nah, teroris boleh mengebom para koruptor tetapi juga dilindungi oleh UU.” Itulah jawaban yang sangat miserable dari budayawan kita tentang praktek yang membunuh pelan-pelan negara ini.

Ya, itulah mungkin yang saya dapat saya bagikan kepada teman-teman sekalian. Apabila berkenan ambilah hikmahnya dan apabila tidak berkenan mohon kritik dan sarannya. SPASIBA!

About jurnalazi92

Semua yang ada didalam tulisan ini, semata-mata saya tulis karena saya senang menulis.
Gallery | This entry was posted in PROSES!. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s