[review]Royal Sadness

“Musik sedih sering kali dikatakan indah dan sangat menyentuh, terutama kekuatan aransemen musik yang diciptakan oleh para musisi/seniman secara jujur. Hal ini memungkinkan untuk apresiasi terhadap emosi-emosi yang sering tersembunyi. Mendengarkan musik sedih merupakan alternatif yang memungkinkan orang sedih untuk merasa dimengerti dan dapat menekan emosi kesedihan mereka untuk bangkit dari keterpurukan/kesedihan.”

Monolog yang diambil dari loudforgoodness record diatas sekiranya sangat pas dengan tema pagelaran musik yang diadakan pada Sabtu(09/07), dan diberi nama Royal Sadness. Deretan band yang paling bisa membawa suasana dengan musik mereka, tampil secara bergilir di Ruang Putih stage, diantaranya My Violaine Morning, Sparkle Afternoon, Under the Big Bright Yellow Sun, Slylab, Perfect Angel, Fuentes, Aksi dan Reaksi, dan Folkaholic.

Acara yang dijadwalkan mulai pada jam 18.00 ini harus diundur hingga satu setengah jam kedepan. Cukup lama mungkin bagi yang sudah menunggu sesuai jadwal. Dan mulailah band pertama yang tampil yaitu, My Violaine Morning. Formasi malam tadi yang hanya berisikan masing-masing satu di departemen gitar, bass, dan drum memang kurang menggigit kelihatannya. Tetapi ditengah kekosongan gitaris lainnya yang berhalangan, hadir kombinasi bass dan drum yang setara ditambah harmoni gitar memainkan nada-nada suasana. Dan lagu Old Habit adalah lagu dengan klimaks yang paling klimaks. Permainan gitar dan bass yang riuh dan kasar ditambah rentetan suara pedal ganda pada bass drum diakhir lagu, mencirikan kekesalan mereka akan kebiasaan buruk yang selalu dipelihara.

Dan band kedua yang tampil adalah Sparkle Afternoon, band yang baru saja merilis split album pada awal 2011 lalu. Menarik ketika lagu Forbidden Love Life dimainkan. Interpretasi karya yang pas dengan memakai suara church organ di beberapa bagian lagu. Dan berhasil membawa suasana dilarangnya cinta di dalam gereja. Dan lagu jagoan mereka karena sering dimainkan ketika tampil, Gorgeous adalah perjalanan cinta dua sejoli di dalam mimpi dan didalamnya mereka  mengunjungi kebun bunga. Satu kekurangan menurut saya ketika mereka tampil tadi malam. Tidak meresapinya feel diantara para personil akan lagu yang mereka bawakan berdampak suasana terkesan amburadul.

Sudah saya tunggu sejak awal, Under the Big Bright Yellow Sun tampil sangat memukau walaupun keadaan teknis sound yang ada sedikit bermasalah tetapi mereka tampil penuh dengan siasat memberikan suasana yang terbaik. Dibuka dengan lagu Kim, gemuruh semua perangkat musik yang mereka mainkan membuka lagu ini. Dan lagu kedua Breath Symphony yang mereka bawakan mampu menerbangkan nada-nada kepada para penonton tadi malam. Permainan tiga gitaris dengan porsi yang berbeda memberi kekayaan akan pengeksploran nada-nada yang mereka mainkan. Seakan-akan tidak sabar untuk berebut harmoni indah diantara ketiganya. Dan di lagu Threshold mereka menutup dengan ramai-ramai distorsi bass dan ketukan berulang drum dan juga ketiga gitaris yang mencapai titik klimaks mereka bermain.

Sekarang giliran musik electro ambient yang bermain. Slylab, band yang sudah sejak 2005 malang melintang di dunia musik. Terang saja, kekuatan musik mereka memang sangat jelas kaya. Unsur-unsur universal lewat perangkat terprogram ataupun analog yang mereka mainkan, mampu menciptakan lagu seindah Jupiter upon My Head dan Andromeda. Terdengar manis dan lembut lagu-lagu mereka ditambah hentakan drum machine yang selalu memberi semangat ditengah kemurungan lagu-lagu mereka.

Kita beralih kepada kejayaan shoegaze di tahun 90’an. Perfect Angel adalah band yang tampil kelima. Sedikit bermasalah ketika awal-awal mereka set alat, entah kenapa terasa lama sekali mereka memulai lagu mereka dikarenakan salah satu gitaris bermasalah dengan alatnya. Seaward Say, mereka memainkan itu dengan khidmat. Gemuruh suara ala shoegazer meraung-raung tetapi itu semua dapat diredam dengan suara vokal yang lembut.

Dan band terakhir yang saya tonton adalah Fuentes. Band ini memang terlihat bagus membawakan harmoninya. Tidak sampai habis saya menonton mereka karena sesuai jadwal yang tertera di flyer, saya harus pulang pukul sebelas malam. Dan untuk dua band tersisa, Aksi dan Reaksi, dan Folkaholic,  saya mohon maaf tidak bisa me-review-kan.

About jurnalazi92

Semua yang ada didalam tulisan ini, semata-mata saya tulis karena saya senang menulis.
Gallery | This entry was posted in [review]. Bookmark the permalink.

4 Responses to [review]Royal Sadness

  1. gizmopolitan says:

    Review yg bagus, sayang ulasan band jktnya kurang.. saya mau nonton aksi dan reaksi serta fuentes belom kesampaian😥

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s