[review]Fête de la musique 2011

Angsa & Serigala

Sore itu, Selasa(21/06) adalah tepat diadakannya acara musik tahunan yang diselenggarakan oleh Pusat Kebudayaan Prancis(CCF) di Bandung. Sebenarnya acara tersebut sudah dimulai sejak jam 10.00. Tetapi karena saya berhalangan hadir penuh, saya memutuskan untuk datang ke tempat tepat pada pukul 16.0o. Dan acara yang diadakan serentak di seluruh dunia ini dengan pusat di Prancis karena disana bertepatan dengan siang terlama di tahun ini menghadirkan 40 band lebih dengan dengan headliners Angsa & Serigala, The Milo, Bottlesmoker, Hollywood Nobody, dan The Paps. Dan juga acara-acara lain yang menarik sampai esok paginya menjelang.

Penampilan pertama yang saya saksikan adalah Angsa & Serigala. Sekitar pukul 17.15 mereka memulai penampilannya. Cukup ramai ternyata mereka. Terhitung sembilan personil mereka yang ikut bermain diatas panggung. Lagu-lagu mereka, seperti Kala Langit telah Senja, Detik & Waktu, Muda Tampan dan Perkasa, dan Bernyanyi mereka bawakan dengan ceria. Larutan nada-nada yang saling menimpali satu sama lain diantara personil seakan membawa suasana sore itu seperti gemuruh kemenangan. Suara terompet dan biola yang saling menguatkan. Dan juga duet sang vokalis, Araji dengan Meyga membuat lagu-lagu yang mereka bawakan semakin harmonis. Tak kalah ketukan drum yang powerful dari seorang wanita bernama Phopi.

Setelah itu, saya menyempatkan diri untuk mencari mesjid karena penampilan Angsa & Serigala tepat berakhir dengan dikumandangkannya adzan Maghrib. Pukul 18.20 saya kembali ke tempat acara berlangsung. Berbeda dengan yang tadi. Saya tidak menyaksikan para artis yang berada di panggung luar, tetapi saya mencoba panggung yang disediakan panitia di dalam audiotorium. Saya menunggu sekitar 50 menit dengan ditemani musik dari para performer untuk menunggu band selanjutnya yang akan tampil, The Milo.

Sudah lama sekali saya tidak mendengarkan band yang berdiri sejak 1996 ini. Terakhir saya mendengarkan album Let Me Begin(2003). Dan jujur untuk album terbaru mereka Photograph(2011), jadi malam tadi saya tidak terlalu tahu dengan lagu mereka. Tapi untuk Romantic Purple dan Malaikat saya ikut bernyanyi didalamnya. Raungan gitar khas shoegaze nampaknya sangat mendominasi ditambah ambience yang dihasilkan dari sang gitaris, Upik dan keyboardis, Hendi Unyil semakin membuat stage yang gelap tersebut menjadi semakin hangat. Setelah penampilan The Milo selesai saya memutuskan untuk keluar untuk menghirup udara sebanyak-banyaknya karena tidak baik berhangat-hangat di dalam terlalu lama dan mengantar teman yang sudah harus pulang setelah penampilan mereka.

Dan saya pun memutuskan kembali ke audiotorium CCF untuk menyaksikan Bottlesmoker. Nampak unik jika saya lihat duo elektrik asal bandung ini, baik dari performa suara maupun dari pendukung lainnya. Banyaknya keyboard “mainan” anak-anak yang menghiasi meja mereka dan juga alat-alat, entah itu futuristik ataupun jaman dahulu sekali, saya tidak tahu. Nomer-nomer lawas dari mereka seperti Stringless Purslane, Love Saturday, dan lagu cover dari Depeche Mode-Goodnight Lovers. Malam tadi mereka membawakan cover-an lagu tersebut berkolaborasi dengan Dian(Hollywood Nobody). Mereka tampil optimal menurut saya.

Bottlesmoker feat. Dian(HN)

Dengan alat yang bermacam-macam, mereka seperti bermain sirkus suara di panggung. Kerenlah alat balon-balonannya. Dan mereka menutup dengan dirusaknya sebuah keyboard Casio SA-3 oleh Angkuy sendiri sambil berdemdamnya lagu dengan judul berbahasa Prancis, Le Voyage.

Dan band terakhir yang saya saksikan adalah Hollywood Nobody. Penasaran dari awal datang hingga terbayar dengan permainan lembut dari mereka membuat saya ikut bernyanyi di lagu-lagu seperti, Betrayal, Kiss the Pain Away, A Secret Nobody Knows, Love Song, dan Telescope. Walaupun gitaris mereka, Romy berhalangan hadir karena harus bekerja lembur di Jakarta, mereka bermain cukup apik. Alunan Bossanova cukup mengajak para penonton pada malam tadi ikut bergoyang pelan-pelan. Sedikit curhat yang saya dengarkan dari sang vokalis, Dian. Ia mengungkapkan bahwasannya pertama kali Hollywood Nobody manggung dan dibayar adalah beberapa tahun silam di panggung yang sama dengan nama acara ketika itu Les Voila.

Untuk band terakhir, The Paps saya maaf  tidak sempat menyaksikan karena saya harus segera pulang dan tidak bisa menuliskan review. Sekali lagi maaf. Dan saya tutup malam itu dengan menyantap kerang saus tiram di daerah Kircon. Sampailah saya ke rumah dengan selamat.

About jurnalazi92

Semua yang ada didalam tulisan ini, semata-mata saya tulis karena saya senang menulis.
This entry was posted in [review]. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s