[review]Minimaliste Vol.7

Tepat beberapa hari sebelum diadakannya acara Minimaliste Vol. 7 tersebut, datanglah sebuah undangan dari sebuah situs jejaring sosial yang biasa saya gunakan. Di dalamnya terdapat beberapa button  yang bisa diklik untuk menjadi tanda bahwa kita akan hadir atau tidak. Tak memakan lama untuk mengklik button tersebut karena di saat itu juga saya melihat beberapa band yang akan tampil, salah satu diantaranya Ansaphone. Band yang sudah lama ingin saya saksikan.

Sampai lah pada hari yang ditunggu, Sabtu(18/06). Tepatnya di Potluck Kitchen, saya datang dengan suka cita. Tidak mau ketinggalan satu band pun, berangkat lebih awal dari rumah adalah pilihan terakhir. Tapi apa daya, budaya “ngaret” di seluruh penjuru negeri ini sudah menjadi sistem. Konser yang dijadwalkan dimulai pukul 19.00 ternyata baru dimulai sekitar jam 19.30.

Hanya empat band yang tampil di acara tersebut. Tapi saya sudah sangat puas dari band pertama yang tampil hingga band keempat yang menjadi titik kulminasi malam itu. Sekitar pukul 19.15 beberapa orang sudah mulai mengecek instrumen mereka. Terbilang beberapa gitar akustik, ukulele, contra bass disertai bow-nya, hingga banjo mereka bawa. Ya, mereka adalah Trades & Traffic. Musik folk country  yang penuh semangat seperti seorang koboi berkuda yang mengarahkan talinya kepada seekor kancil, itulah kesan pertama yang saya dapatkan. Dua lagu yang saya tahu, yaitu Lonesome Train dan That’s Just All I Know. Band yang baru berdiri pada April 2011 beberapa bulan silam ini memang sangat pandai dalam membangkitkan semangat para penontonnya. Rapatnya ketukan bass drum yang mengisi seluruh lagu ditambah tom floor yang tak pernah sepi untuk dimainkan itulah alasan mengapa band ini sangat bersemangat mengajak penontonnya untuk bersemangat. Sedikit keganjilan, entah itu terdapat pada teknis sistem suara ataupun dari bandnya sendiri. Suara vokalnya kurang terdengar.

Band kedua yang bermain adalah Chamberlain. Inilah yang mengajarkan saya bahwasannya menjadi seorang gitaris sekaligus vokalis dalam sebuah band tidak harus memiliki rambut yang panjang. Kesan rapi dari potongan rambut vokalis setara dengan rapinya nada paling murung pada malam itu. Ini mengingatkan saya dengan musik Radiohead+Zake and the Popo+Efek Rumah Kaca. Tetapi lagu pertama yang mereka bawakan nampaknya sangat malu-malu pada bagian gitarnya. Apa mungkin karena gitar yang dipakainya adalah gitar baru. Saya tidak tahu jelas.

Tidak baik berlama-lama murung. Untung saja setelahnya adalah Payung Teduh. Musik menyiur melambai-lambai halus masuk dalam wahana hati sang pendengar, menggerakan badan sedikit tapi perlahan. Ah, saya senang sekali mendengarnya di malam itu. Band asal Jakarta/Depok ini ternyata sudah memiliki banyak penggemar di Bandung. Terbukti dari ramainya venue dan penonton yang ikut bernyanyi bersama mereka. Dan mereka membuat lirik  dengan komposisi sastra yang indah.

Dan penampilan terakhir adalah dari Ansaphone, band yang menjadi alasan mengapa saya hadir dalam konser itu. Nampaknya tiga buah gitar dengan perangkat efeknya belum cukup juga untuk menghadirkan suasana ambience yang pas pada malam itu. Barulah ketika keyboard masuk kedalamnya, itu sudah membawa susana malam itu kepada alam surealis. Malam itu Ansaphone berkesempatan membawakan lagu-lagu baru mereka yang akan dirilis beberapa waktu kedepan dengan sebuah label di Inggris, Dufflecoat Records. Ya, kita tunggu saja mini album terbaru dari mereka.

Tepat pukul 22.20 saya meninggalkan venue karena memang Ansaphone pun sudah mengakhiri melalui lagu terbaru mereka Fading Away. Dan pulang untuk segera menyusuri dinginnya malam kota bandung hinga kembali kerumah dengan selamat.

Hear More: http://www.myspace.com/payungteduh http://www.myspace.com/ansaphonetheband http://www.purevolume.com/tradestraffic http://www.myspace.com/chamberlainbandung


About jurnalazi92

Semua yang ada didalam tulisan ini, semata-mata saya tulis karena saya senang menulis.
This entry was posted in [review]. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s