GRADUATION(2008-2011)

Tulisan ini masih dalam rangkaian tema tentang wisuda yang baru saja saya lakukan pada Sabtu(11/06). Tentunya banyak sekali pesan-pesan yang disampaikan oleh beberapa perwakilan sekolah MAN INSAN CENDEKIA SERPONG, perwakilan orang tua, dan terakhir dari Ketua Angkatan AXIVIC LUNARISMOSINERATI. Saya tidak terlalu hafal korespondensinya satu persatu tetapi saya hanya ingin berbagi kepada teman-teman sekalian yang membaca tulisan ini tentang apa yang saya dapatkan.

Ingat sekali ketika Bapak Ahmad Hidayatullah menyampaikan pesan bagaimana kita, angkatan XIV ini kedepannya dalam bertindak, berperilaku, dan bergaul di dalam masyarakat. Beliau mengingatkan, berilah sumbangsih kepada masyarakat dengan lebih karena dari mereka lah kami semua dapat menikmati pendidikan yang telah kami tempuh selama tiga tahun kebelakang tanpa biaya. Itulah perkataan yang paling mengguncang hati dan nurani saya. Bagaimana tidak. Negara Indonesia ini yang selalu diberitakan dengan rakyat-rakyat miskinnya, ternyata masih rela untuk membiayai kami semua demi masa depan negeri ini. Alhamdulillah Ya Allah..

Ini seperti yang pernah saya baca tentang para pegawai negeri di Singapura yang berbakti untuk negaranya. Negara itu sudah mempersiapkan jauh para generasi-generasi muda yang nantinya akan membangun negeri itu. Sudah sejak sekolah menengah pertama mereka mencari bibit unggul di setiap sekolah. Dari situlah siswa-siswi yang dianggap unggul akan dibiayai oleh negara untuk melanjutkan sekolah dimanapun hingga jenjang strata, sehingga nantinya mereka akan membangun negara tersebut.

Dan tentunya berbeda dengan negeri ini, gaji pegawai negeri disana adalah yang termasuk besar dibanding dengan pekerjaan yang lain. Mungkin sedikit perspektif saya tentang hal tersebut adalah negeri itu sudah mempersiapkan orang-orang yang “ahli” dalam membangun negara tersebut jauh-jauh. Sedikit pelajaran bagi teman-teman khususnya teman-teman AXIVIC. Dan pesan saya, “Mari kita bangun negeri ini kedepannya. Jadilah ahli di bidangnya dan isilah departemen-departemen menurut kemampuan teman-teman sekalian. Dan yang paling utopis adalah semoga kita bisa bersama-sama mengisi Kabinet Indonesia tercinta ini di masa depan. AMIN…”

Dan kedua yang ingin saya bagikan adalah nasihat Bapak K.H. Madrodja Sukarta selaku perwakilan orang tua dan juga ayahanda dari Eva Afifah. Yang saya tangkap adalah beliau mengingatkan pentingnya pendidikan akhlak di dalam tubuh masyarakat Indonesia ini. Tidaklah akan ada perselisihan diantara kita semua selaku masyarakat Indonesia jika mereka sudah terjamah oleh pendidikan akhlak. Saya tahu bahwasannya masih banyak belahan negeri ini yang belum terjamah oleh pendidikan akhlak. Maka beliau mengingatkan kepada kita untuk menyebarkan ilmu-ilmu yang kita dapat ke seluruh pelosok negeri ini. Satu hal yang saya ingin berbagi cerita dari nasehat beliau adalah cita-cita saya untuk membangun Irian Jaya dan sekitarnya.

Ini sudah saya masukkan kedalam wish list saya untuk kedepan. Pertama kali adalah ketika sedang mengobrol dengan adik dari almarhum kakek saya. Saya mengeluhkan padatnya kota-kota besar, seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, dll. Ia berkata dengan entengnya, “Sana kamu bangun tuh Irian Jaya, jangan sampai cuman dikuras sama orang-orang luar.”. Perkataan itu menjadi passion tersendiri bagi saya ketika itu yang masih menginjak umur 16 tahun. Bagaimana tidak dari segi geografis negeri ini mempunyai tantangan tersendiri, seperti yang dikatakan guru sekolah dasar saya, tanah yang dimiliki disana bersifat tanah gambut. Hal tersebut memiliki dampak kepada mobilisasi pembangunan, maka tidak sedikit daerah yang tidak terjamah sekali oleh jalan-jalan besar yang dilalui alat-alat transportasi. Ya, mari kita bangun bersama Irian Jaya dan sekitarnya.

Dan pesan terakhir yang akan saya ingat-ingat sepanjang hidup saya adalah, “Jangan Lupakan AXIVIC LUNARISMOSINERATI.” Itulah satu kalimat yang dibacakan oleh Faizal Aziz selaku ketua angkatan saya diatas mimbar yang menjadi saksi pidato terakhirnya di Insan Cendekia Serpong. Saya tidak mau terbawa aroma-aroma melankolis. Ya, saya cukupkan sampai disini.

About jurnalazi92

Semua yang ada didalam tulisan ini, semata-mata saya tulis karena saya senang menulis.
This entry was posted in PROSES!. Bookmark the permalink.

2 Responses to GRADUATION(2008-2011)

  1. tmn isan says:

    siap dikirim ke irian jaya, kang? haha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s