RIOT!SMART

Bukan sekedar kata-kata yang memiliki satu arti jika kita berpikir bahwasannya ada hikmah di balik semua semesta. Coba kita liat ke belakang. Orde Baru, sebuah masa penuh pengebirian dalam berbagai saluran. Sehingga menghasilkan energi dalam yang terpendam untuk meruntuhkan rezim tersebut. Dan Energi tersebut terkumpul menjadi sebuah massa aksi yang tidak bisa ditahan lagi, 13-15 Mei 1998. Terhitung 21 Mei 1998 sang pemimpin mengundurkan diri dari jabatannya.

Tetapi bukannya saya mengajak untuk memberontak atau melakukan agitasi terhadap siapapun. Yang saya lihat adalah perlunya sebuah jiwa RIOT! tersebut didalam setiap insan. Riot disini seperti yang dikatakan oleh The Aftermiles di RIPPLE edisi 65, “Riot bukanlah sesuatu yang kami ingin melakukan huru-hara, tetapi lebih kepada proses berpikir yang kritis untuk menanggapi apa yang ada di sekitar kita.”
Selektif, Introspektif, dan Selaras.

Pernah kali saya membaca sejarah tentang seni. Disana saya menemukan bagian-bagian yang kontradiktif dengan sesamanya. Pop Art yang selama ini mewarnai seni kontemporer adalah sebuah perlawan budaya terhadap apa yang dahulunya dianggap lazim oleh beberapa seniman-seniman. Tetapi kehadiran Pop Art yang diawali dengan pertanyaan
“hah..seperti ini seni?”
Lalu”..apakah seperti ini juga seni?”
Dan akhirnya “…seperti ini juga seni”

adalah proses pemikiran yang memerlukan pertimbangan yang lebih mendalam. Bagaimana bernama Marcel Duchamp dan seniman lainnya harus melewati bertubi-tubi pertanyaan dari siapapun untuk menghasilkan karya yang dianggap tidak lazim ketika itu tetapi sekarang sudah dianggap biasa. Sungguh tidak akan menghasilkan apa yang dinamakan Pop Art apabila tidak ada jiwa pemberontakkan dari seniman-senimannya. Mereka menciptakan sesuatu karena sudah bosan dengan apa yang ada selama ini. Garis-garis, warna-warna, perspektif, dll

Maka dari itu janganlah kita hidup dalam kungkungan segala sesuatu. Reach the limit and Riot!Smart.

About jurnalazi92

Semua yang ada didalam tulisan ini, semata-mata saya tulis karena saya senang menulis.
This entry was posted in they whisper, we explode!. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s