Demokrasi Islam[Khutbat Jum’at]

Tepat hari Jum’at(25/2), alhamdulillah saya diberikan kesempatan untuk menyampaikan beberapa pandangan saya tentang isu-isu terakhir yang sedang panas. Yaitu kekacauan di timur tengah,  diatas mimbar Masjid MAN Insan Cendekia Serpong. Dan adapaun yang akan saya tulis untuk kali ini adalah rangkuman khutbah tersebut. Semoga pandangan saya ini dapat membuka mata teman-teman tentang makna demokrasi Islam.

“Melatar belakangi peristiwa jatuhnya pemerintahan di Mesir dan Tunisia beberapa waktu lalu. Beberapa masyrakat Muslim dunia mulai menyadari pentingngya persatuan di dalam seluruh aspek kehidupan dan juga transparansi pemerintahannya untuk menghindari pemerintah yang totaliter dan korup. Dari situlah perjuangan para revolusioner yang sejak zaman dahulu tentang pemikiran Demokrasi Islam mulai didengungkan kembali. Kita mengenal Hassan Albanna, Ali Syari’ati, Abu Al’Ala Al-Maududi, dll yang telah melahirkan pemikiran hebat tentang Demokrasi Islam guna melepaskan Agama Islam ini dari belenggu kekuasaan yang tiran dan korup. 

Demokarasi Islam yang awalnya dipandang sebagai ketidakmungkinan oleh peradaban barat karena demokrasi ini mencampurkan Tauhid dengan Demokarasi, ternyata sudah jauh berkembang sesuai dengan perkembangan zaman. Seperti yang diungkapkan oleh Abu Al’Ala Al-Maududi di dalam bukunya Political Theory of Islam, Ia mengungkapkan sangatlah berbeda Demokrasi Islam dengan Demokrasi Barat. Demokrasi Islam bukanlah kekuatan yang dimiliki oleh agama tertentu. Tetapi untuk seluruh komunitas termasuk rakyat jelata. Dan juga tetap berada dibawah kekuasaan Allah SWT dengan berpegan teguh pada Al-Qur’an dan As-Sunnah.

Juga Islam memiliki Grand Design yaitu konsep Khilafah yang menjadi titik masuknya demokrasi kedalam Islam. Karena khilafah digeneralisasikan dengan perwakilan dimuka bumi yang diberikan oleh Allah SWT kepada Makhluk-Nya. Darisinilah setiap makhluk-Nya akan dimintai pertanggung jawabannya. Dari Pertanggungjawabannya tersebutlah seluruh masyarakat merasa berhak menentukan kepentingannya secara bersama. Dengan cara yang sudah mengakar seperti Ijmak, Musyawarah, dan Ijtihad Demokrasi Islam sudah mulai memantapkan bentuk untuk menghapus pemerintahan totaliter dan diktator.”

Ya, itulah pandangan saya terhadap Demokrasi Islam. Karena gejolak yang terjadi di timur tengah bukan lain karena keinginan seluruh masyarakat untuk berperan aktif dalam memajukkan negaranya masing-masing. Dan juga agar terhindar dari belenggu ketidakberdayaan akan suatu sistem yang sudah terlanjur hancur sejak zaman kekhalifan setelah Khulafaur Rasyidin.

About jurnalazi92

Semua yang ada didalam tulisan ini, semata-mata saya tulis karena saya senang menulis.
This entry was posted in they whisper, we explode!. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s